| Sumber Foto : Dok. Pribadi |
Ritual budaya Ogoh-Ogoh ini kerap kita temukan di Bali pada hari pegerupukan menjelang Hari Raya Nyepi. Namun, pada tahun 2018 Ancol turut menyemarakkan rangkaian Hari raya Nyepi yakni pertama dan terbesar yang pernah diselenggarakan pihak Ancol. Festival Ogoh-Ogoh sendiri dimulai pukul 14.00-17.00 WIB di Sepanjang Pantai Lagoon Ancol.
Ogoh-Ogoh yang dihadirkan berjumlah enam buah keenam Ogoh-Ogoh tersebut adalah Amerih Tirta Amertha, Pralina Detya, Kala Lau Pralaya, Sapuh Leger, Sang Kali, dan Durga Murti yang berasal dari provinsi Banten. dikemas dengan rangkaian berbagai penampilan kolosal dan kegiatan kebudayaan. Selain itu Festival Ogoh-Ogoh sendiri mengangkat tema berbeda, ditampilkan dalam paduan seni musik dan seni tari. Tiap Ogoh-Ogoh diusung oleh puluhan pria yang biasa disebut dalam bahasa Bali yaitu penegen dan diiringi dengan iringan musik gamelan khas Bali yaitu baleganjur serta dikoreografikan dalam sebuah cerita berpadu dengan tarian Bali. Hal tersebut menyebabkan penampilan setiap Ogoh-Ogoh melipatkan puluhan sampai ratusan orang. Tak hanya Ogoh-Ogoh yang ditampilkan tetapi acara ditutup dengan tari kecak.
Dari puluhan sampai ratusan orang yang
terlibat dalam acara Festival Ogoh-Ogoh didalamnya ikut pula para remaja yang
memeriahkan acara tersebut. Di zaman modern ini masih saja ada para remaja yang
mau mengikuti acara yang bertema tradisonal salah satunya ialah Lau Gede Kirani
Saputri seorang remaja perempuan kelahiran tahun 1998 ia berasal dari kota
Tangerang. ia ikut memeriahkan acara sebagai penari yang mengiringi Ogoh-Ogoh bernama
Kala Lau Pralaya. ia mengatakan Alasan mengapa mau mengikuti Festival Ogoh-Ogoh
di zaman modern ini “Karena ini salah satu tradisi kami dari Bali. Walaupun
para remaja yang berada di luar Bali harus tetap melestarikan budaya kami.
seperti inilah budaya kami untuk menyambut Hari Raya Nyepi,” ujarnya. Setelah
dilaksanakan acara ini ia berharap kedepannya semoga semua para remaja
khususnya Hindu Darma-Bali bisa terus membudayakan budaya-budaya mereka. agar
seluruh orang-orang dalam negeri maupun luar negeri mengetahui budayanya.
Walaupun mereka berada di luar Bali marilah memperkenalkan budaya mereka
seperti ini.
Bagi pembaca yang belum mengetahui
apa itu Ogoh-Ogoh. Ogoh Ogoh merupakan karya seni patumg dalm kebudayaan Bali
yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala yang merepresentasikan kekuatan (Bhu)
alam semesta dan waktu (Kala) yang terukur dan tak terbantahkan, biasanya dalam
wujud raksasa. Secara teknis, Ogoh-Ogoh ada yang terbuat dari bahan styrofoam
atau anyamanbambu yang diisi jerami atau alang-alang dan dilapisi kertas semen.
Setiap Ogoh-Ogoh biasanya memiliki berat sekitar 900 kg hingga 1,3 ton dengan
tinggi sampai 2,5 meter.
Festival Ogoh-Ogoh terselenggarakan
berkat adanya kerjasama antara pengelola Taman Impian Jaya Ancol dengan PHDI
(Parisada Hindu Darma Indonesia) serta didukung oleh IPHD (Ikatan Pemuda Hindu
Darma) wilayah Banten. Kemudian mendapatkan dukungan dari pemerinah DKI
Jakarta. Sebagai tempat wisata yang sarat dengan saran hiburan, Ancol juga
selalu ingin menghadirkan nilai-nilai edukasi dan menumbuhkan persatuan dalam
keragaman budaya yang disajikan kepada pengunjung dapat bermakna dan memiliki
manfaat.
hari pengerupukan itu apa ya kak tidak dijelaskan di tulisan
BalasHapus