![]() |
| Sumber Foto : Google.com |
AirVisual sendiri merupakan situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia. Jakarta masuk dalam tingkat polusi tertinggi, artinya polusi pagi itu tergolong yang terburuk dan udara yang tidak sehat. Setelah Jakarta, ada kota Lahore di Pakistan, Hanoi di Vietnam, Dubai di Uni Emirat Arab, serta Wuhan di China yang masuk lima besar kota dengan tingkat polusi udara tertinggi dunia.
Bukanlah kali pertama Jakarta masuk ke dalam daftar kota dengan tingkat polusi udara terburuk di dunia berdasarkan data dari AirVisual. Kondisi seperti ini sudah sering dijumpai jika kita mengecek situs atau aplikasi AirVisual ini setiap harinya.
Perlunya peran pemerintah bersamaan dengan kerja sama warga Jakarta dalam mengatasi permasalahan ini. Selain banjir, kemacetan, polusi udara Jakarta juga menambah daftar tugas daerah untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Beliaulah yang pasti diharapkan warga Jakarta karena memiliki peran tertinggi dalam pemerintahan.
Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sumber utama penyebab polusi udara Jakarta adalah banyaknya kendaraan bermotor. Tak hanya itu, bisa juga disebabkan dari pembangkit listrik tenaga uap yang berada di sekitar Jakarta dan limbah sisa rumah tangga.
Banyaknya warga yang menggunakan kendaraan pribadi dibanding transportasi
umum. Padahal saat ini Jakarta sudah menyediakan beberapa pilihan transportasi
umum, seperti Transjakarta, MRT, KRL Commuter Line.
Ke depannya bagaimana pemerintah mampu mengurangi pengguna
kendaraan pribadi sehingga beralih ke transportasi umum, yakni salah satunya
dengan meningkatkan jumlah dan kualitas transportasi umum.Tak hanya pemerintah
yang mengatasi masalah ini, semua komponen pun harus terlibat mengubah perilaku
mengurangi polusi udara.
Dampak dari terjadinya polusi udara di Jakarta ialah terhambatnya
aktivitas warga DKI Jakarta karena asap yang mengganggu penglihatan, yang paling
dikhawatirkan dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat pada umumnya.
Lebih khususnya
lagi, orang-orang yang sensitif terhadap polusi udara akan mengalami penurunan
daya tahan tubuh jika berkegiatan di luar ruangan dengan kondisi polusi
demikian. Jadi, kelompok orang yang sensitif ini sebaiknya tetap berada di
dalam rumah dan membatasi diri beraktivitas di luar ruangan.
AirVisual menyarankan, dengan kondisi polusi udara yang
demikian, masyarakat Jakarta sebaiknya senantiasa menggunakan masker,
menggunakan alat pembersih udara, tidak membuka jendela rumah, dan menghindari
dulu berolahraga di luar rumah.
Warga DKI Jakarta nampaknya harus selalu sedia masker saat pergi ke luar
rumah untuk melindungi saluran pernapasan mereka gunakan masker jenis N95 untuk
mencegah dampak buruk dari polutan PM 2,5 masuk ke paru-paru.
Untuk itu, diharapkan pemerintah yang memegang peran paling
penting mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah yang bukan kali
pertama terjadi di Jakarta. Bukan justru diam dan mengatakan kondisi udara
Jakarta baik-baik saja. Sebelum masalah ini berakibat fatal serta meluas. (NH)

semoga udara jakarta bisa kembali seperti sedia kala ya. jangan lupa kunjungi blog aku juga hehe
BalasHapus